Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 April 2012

Pengalaman Pertama Menggunakan e-Toll Card



Tadi pagi adalah pertama kali saya menggunakan e-Toll Card.

Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.20. Sampai ke gerbang toll JORR Jatiwarna arah ke Cakung sekitar pukul 05.29. Jalanan masih ramai lancar.

Saat di gerbang toll, saya menyerahkan e-Toll Card kepada petugas. Saya perhatikan, petugas mendekatkan kartu tersebut ke sebuah alat. Hanya beberapa saat, lalu petugas itu menyerahkan kembali e-Toll Card saya beserta slip bukti pembayaran. Keduanya lalu saya taruh di samping saya.

Sampai di kantor, saya perhatikan slip bukti pembayaran. Apa saja isi yang tertera. Ternyata ada dua nilai rupiah yang tertera pada slip tersebut.

Pertama adalah nilai yang dibayarkan, yaitu Rp 7.500. Kedua adalah saldo akhir yang masih tersedia.

Tadinya saya berpikir, bagaimanakah cara mengetahui sisa dana yang tersedia di e-Toll Card. Namun setelah saya melakukan transaksi tadi pagi, sudah jelas bagi saya, berapa sisa dana yang masih tersedia, karena tertera di bagian bawah slip bukti pembayaran.

Setelah pengalaman tersebut, ternyata menggunakan e-Toll Card cukup mudah, dan memberikan kemudahan. Sebuah inovasi yang bagus.

Susahnya Berenang Karena Tidak Biasa

Lama tidak renang, ternyata berpengaruh terhadap kemampuan berenang.

Kemaren saya mencoba lagi renang. Pertama masuk air, perut terasa teryekan air, nafas terasa berat. Mengingat-ingat lagi teori renang gaya katak, masih ingat semua. Tetapi begitu mencoba, lain hasilnya.

Ambi napas, benamkan badan ke air, kedua tangan rapat lurus posisi belajang telinga, kaki menjejak dinding, meluncur. Begitu luncuran hampir berhenti kedua telapak kaki ditarik ke arah pantat, menjejak ke arah samping belakang lalu menutup cepat, luncuran bertambah lagi. Dua kali, lalu gerakan tangan tangan dan ambil napas.

"Uhuk.. Uhuk .. Uhuk "

Air masuk ke mulut. Wkkkkkkkk.

Ternyata teori ingat, prakteknya acakadut.

Akhirnya hanya ada satu cara. Ulangi dan ulangi terus. Sudah beberapa kali diulangi akhirnya bisa menempuh jarak 16 meter. Ya baru enam belas meter.

Masih perlu banyak berlatih dan berlatih.